Text
Donyane Wong Culika
Donyané Wong Culika adalah roman asli dalam bahasa Jawa yang paling tebal hingga kini. Ada dua hal yang menunjukkan kesungguhan Suparto Brata sewaktu menggarapnya. Pertama, penggunaan bahasa Jawa mutakhir secara bebas tanpa menimbulkan rasa bersalah. Kedua, tekniknya yang membagi alur penceritaan menjadi tiga cerita yang masing-masing disampaikan oleh tokoh utama yang berbeda-beda. Dengan demikian ada tiga tokoh utama yang sama kedudukannya, yakni Kasminta, anak angkat Biyang Suli yang pulang ke desanya setelah lama menghilang; Tukinem, isteri Guru Kardi, bekas teman Kasminta; dan Pratinah, anak dalang Ngali yang pernah menjadi murid Guru Kardi. Ketiga tokoh itu menceritakan pengalamannya pada bagian cerita yang mengenai dirinya masing-masing. Cerita masing-masing tokoh tersebut diakhiri secara tragis serta menimbulkan rasa kasihan dan kegetiran karena nasib mereka sungguh di luar dugaan. Kasminta tertangkap dan rahasianya terbongkar sewaktu memimpin demonstrasi. Tukinem yang setia kepada suami menghadapi kenyataan bahwa suaminya yang baik hati akhirnya nekad bunuh diri. Pratinah yang cantik dan genit mati di tangan orang yang dikasihinya. Meskipun masing-masing tokoh tersebut bercerita secara leluasa, tapi ceritanya berpautan satu sama lain, serta pada akhirnya menguak rahasia yang penting, yakni rahasia Guru Kardi yang misterius.
| P0000076F | 813 BRA d | Perpustakaan (A02) | Tersedia |
| P0000075F | 813 BRA d | Perpustakaan (A02) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain