Text
Di Tepi Kali Bekasi
Lewat novel ini Pramoedya ingin menjungkirkan cara pendang konvensional dalam melihat wacana sejarah revolusi Republik yang selalu menempatkan militer dan para jendralnya sebagai kubu heroik dan pahlawan. Adapun tokoh-tokoh anonim yang tak memiliki aksesibilitas ke penulisan sejarah Istana, tersingkir dan lenyap. Mereka adalah kaum yang kalah dalam neraca sirkulasi kekuasaan.
Pram berusaha menempatkan tokoh-tokoh anonim itu sedemikian rupa di tempatnya yang layak. Tak ayal lagi, pendekatan ini merupakan salah satu usaha yang brilian untuk melawan pendekatan sejarah yang selama ini tak pernah memperhitungkan berbagai peristiwa yang sudah hilang (countless loss events), termasuk peristiwa-peristiwa sepele, kebetulan, kekanak-kanakan, romansa cinta, yang mengiringi hiruk-pikuknya revolusi.
Dalam novel ini, tokoh-tokoh anonim itu diwakili sejumlah kaum muda yang gagah-gagah. Farid, anak muda belia, adalah protagonis yang walaupun labil namun memiliki semangat membara untuk membela tanah air. Di tengah desakan kehidupan pragmatis yang dipinta dan didesakkan ayahnya, Farid melangkah tegar untuk membuktikan keyakinannya bahwa anak muda juga bisa melakukan sesuatu untuk kepentingan bangsa dan negara. Dalam percakapan farid dengan ayahnya kita melihat adanya distingsi yang tajam antara aktor-aktor drama revolusi. Farid direspresentasikan Pramoedya sebagai anak muda yang progresif, sedangkan ayahnya adalah representasi dari Angkatan Tua yang memiliki sikap lembek dan hanya mengais untung dan titip nama dalam ritus panen pascarevolusi. Di sini, Angkatan Tua ditempatkan tak ubahnya sekumpulan orang-orang bodoh lagi korup.
Seperti kata Pram sendiri, novel ini merupakan epos tentang revolusi jiwa Angkatan Muda--dari jiwa jajahan, hamba, jongos, dan babu menjadi jiwa merdeka. Ada semacam kredo yang dipekikan oleh Pramoedya dalam novel ini, bahwa proposal masa depan selalu berada di tangan Angkatan Muda. Merekalah kelompok garda depan yang menjadi kekuatan penggerak, yang bangkit menjadi pemutar baling-baling sejarah maa depan. Di jiwa angkatan inilah terteken sebuah kehidupan yang baru.
| P0000071F | 813 TOE d | Perpustakaan (A02) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain